
Sekilas Tentang Kho Ping Hoo
Sebelum sobat sekalian membaca, merenungi makna bahagia versi Kho Ping Hoo ini, ada baiknya sekilas saya sharingkan biografi singkatnya. Bagai para penikmat cerita silat, nama Kho Ping Hoo sepertinya sudah menjadi legenda. Tidak absah sepertinya menjadi maniak cersil jika belum membaca karya-karyanya. Penulis cerita silat (cersil) yang memiliki nama lengkap Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo ini adalah Peranakan Tionghoa ini lahir di Sragen, tanggal 17 Agustus 1926. Ia meninggal pada tanggal 22 Juli 1994 karena serangan jantung.
Ia telah menulis sedikitnya 120 karya selama 30 tahun. Bila tiap jilid dibaca 25 orang, maka tiap edisinya kira-kira dibaca oleh 1,6 juta orang. Meski menulis cerita-cerita silat Tionghoa, konon, penulis yang produktif ini tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Karenanya, banyak fakta historis dan geografis Tiongkok dalam ceritanya tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Namun ini bukan suatu halangan bagi pembaca novel Kho Ping Hoo yang memang sebagian besar tidak pernah sampai ke daratan Tiongkok itu.
Sebagaimana disebutkan di Wikipidea, beberapa sinetron yang ditayangkan televisi Indonesia juga memiliki kesamaan cerita dengan novel Kho Ping Hoo. Beberapa di antaranya adalah sinetron serial Anglingdarma yang mirip dengan isi cerita Bu Kek Siansu dan sinetron serial Misteri Gunung Merapi yang mirip dengan Alap-alap Laut Kidul (Lindu Aji), dan Bagus Sajiwo. Padahal dalam cerita asalnya, Misteri Gunung Merapi lebih bernuansa daerah Sumatra dengan gunung Sorik Marapi-nya. Tidak tahu apakah ini merupakan kebetulan yang sangat kebetulan sekali ataukah terdapat kenyataan yang lain.
Makna Lain Kebahagiaan

Suatu peristiwa tidaklah disebut Susah atau senang sebelum kita menilainya. Susah atau senangnya tergantung dari hasil penilaian. Bukankah demikian? Karena itu, senang dan susah bukanlah suatu kenyataan, melainkan hasil penilaian pikiran. Pikiran bergelimang nafsu, maka dengan sendirinya penilaiannya didasari kepentingan diri pribadi. Yang menguntungkan menimbulkan senang, yang merugikan menimbulkan susah. Jelas bahwa penilaian adalah palsu, dan hasilnya, susah senang pun hanya bayangan palsu belaka.
Contohnya hujan. Hujan itu suatu peristiwa, tidak ada kaitannya dengan susah senang. Hujan itu suatu kenyataan, suatu kewajaran, suatu bukti kekuasaan Tuhan. Akan tetapi kita menilainya. Kalau di waktu kita menilai itu kita membutuhkan air hujan, maka hal itu dianggap menguntungkan dan karenanya kita menjadi senang dengan turunnya hujan. Akan tetapi kalau di lain saat kita terganggu oleh turunnya hujan, penilaian kita sudah berbalik, kita dirugikan dan kita menjadi susah. Kalau pada hujan pertama kita menganggap hujan itu baik dan menyenangkan, di lain kali kita menganggap hujan itu buruk dan menyusahkan. Nah, nampak sekali kepalsuan penilaian itu.
Kebahagiaan tidak akan mungkin ada bagi orang yang mencari dan mengejarnya. Karena keinginan memperoleh kebahagiaan itu sendiri adalah nafsu, dan selama nafsu menguasai hati dan akal pikiran, maka yang dikejar itu tiada lain hanyalah kesenangan, yang menyenangkan, dan kita tahu tadi bahwa pengejar kesenangan sudah pasti akan bertemu pula dengan kesusahan, saudara kembarnya.
Kita selalu mencari kebahagiaan, tentu saja yang menjadi sebabnya adalah karena kita tidak berbahagia, atau lebih tepat karena kita MERASA tidak bahagia! Nah, dalam keadaan tidak berbahagia kita mengejar kebahagiaan, bagaimana mungkin itu? Keadaan tidak berbahagia merupakan kenyataan apa yang ada, sedangkan kebahagiaan masih merupakan khayalan, harapan. Bagaimana mungkin yang kotor ingin bersih? Bagaimana mungkin yang sakit ingin sehat? Yang penting, bukankah lebih tepat kalau kita mencari sebab penyakit itu, mencari penyebab yang membuat kita tidak sehat, dan menyembuhkan penyakit itu? Demikian pula, lebih tepat kalau kita menyelidiki, APA yang menyebabkan kita tidak merasa berbahagia. Kalau penyebab itu sudah lenyap, kalau kita sudah tidak sakit lagi, apakah kita membutuhkan kesehatan? Demikian pula kalau tidak ada sesuatu yang menyebabkan kita TIDAK berbahagia apakah kita butuh lagi kebahagiaan? Yang mencari air minum adalah mereka yang haus, yang tidak haus tentu tidak butuh air minum.
Kelemahan kita sebagai manusia. Dalam keadaan sehat tanpa ada gangguan penyakit, jarang ada orang yang menyadari kesehatannya dan kalau dia terganggu penyakit, barulah dia membayangkan betapa senang dan indahnya kalau dia sehat. Demikian pula dengan kebahagiaan. Kalau ada sesuatu yang terjadi, yang membuat dia merana dan merasa tidak berbahagia, dia menjadi haus akan kebahagiaan! Selama hati akal pikiran masih bergelimang nafsu, kita akan selalu haus akan sesuatu yang lebih, dan tidak pernah merasa puas dengan yang ada. Pengejaran akan sesuatu yang lebih, yang ada. Pengejaran akan sesuatu yang lebih, yang dianggap akan membahagiakan itulah penghancur kebahagiaan itu sendiri.
Epilog ; Bahagia itu Diciptakan, Bukan Dicari
Deskrepsi Kho Ping Hoo di atas, sejatinya telah memantulkan poin pokok yang menjadi intisari pemikirannya, yakni bahwa esensi bahagia ternyata sangat sederhana, sangat apa adanya. Ia tak perlu dicari, tapi dinikmati dan dihayati. Ia tercipta manakala dikotomi kehidupan (susah-senang, buruk-baik, miskin-kaya) terintegrasi dalam kesatuan yang sinergis, terpadu dan diterima apa adanya.
Begitulah bahagia, ia tetaplah sulit dideskrepsikan melalui medium bahasa, karena kebahagiaan adalah aktivitas jiwa dan kegiatan rasa. Dan bahagia versi Kho Ping Hoo, barangkalai adalah salah satu dari sekian banyak makna bahagia yang dirasakan umat manusia. Maka sampai kapan kita akan menunda-nunda meraup kebahagiaan dengan menunggu menjadi ini atau menjadi itu? Marilah kita ciptakan kebahagiaan kita mulai dari sini dan saat ini. Semoga....

Open all
Close all
27 comments:
Jika sahabat tidak bahagia, silahkan curhat di sini. Hehehe...
Haha...
Kayaknya pecandu Kho Ping Hoo nih.
Salam hangat!
Kalau aku sih bahagia terus...
Ngapain sedih gitu. Gk ada gunanya kok. Kakakak...
tulisan yg sarat makna bgt mas, makna kebahagiaan...
sesuatu hal yg dicari setiap orang di muka dunia ini,kebahagiaan. meskipun tentu saja ukuran bahagia setiap org berbeda-beda.
mksh berbagi disini mas...
pak Kho Ping Hoo ini masuk dalam bahasan mata kuliah sastra indonesia lho. hebat kan???
aku pikir, dia harusnya jadi bapak komik indonesia. salah satu yang terbaik soalnya.
ngomongin tentang bahagia, aku pikir bahagia akan ada artinya kalo dibagi dengan orang lain. kalo disimpen sendiri, apa enaknya...
mantapp, tulisan ini memberi penerangan juga.. pelan2 kebahagiaan itu harus bisa dipahami sebagai sesuatu yang diciptakan bukan dikejar, samngat bro dan terima kasih banyak,.
nggak pernah baca ko phing ho sih, tapi tulisannya bagus. aku jadi sadar kalo aku sendiri suka memberi penilaian palsu yang nda pas pada situasinya
saya belum pernah baca komiknya beliau. tp saya yakin beliau memang orang hebat.
dannnn, sekarang saya sedang bahaaaaaaagia. apa karena main ke sini yak :P
Sering banget baca komiknya koo ping hoo, karena hanya itulah bacaan ayah tercinta sampai beliau meninggal dan tidak menerbitkan karya2 barunya..
inti yang saya dapat dari tulisan ini..
Bersyukurlah sepanjang waktu.
(menciptakan kebahagiaan dalam hati setiap saat dengan mengucap terima kasih pada Tuhan.. bahagia.. itu yang saya rasa Mas.)
*adoh, serius komennya....!
Wadoh, komen saya ambigu...
Maksud beliau diatas refers to Ko ping Hoo. :)
Ayah saya, masih dilindungi Tuhan dan sehat2 saja! Walaupun sudah tidak menemukan novel2 ko ping hoo lagi..
memang, tidak ada kebahagiaan dan kebenaran yang hakiki di dunia ini.. semua hanyalah milikNYA semata..
'happiness only real when shared'
wakh panjang buanget nih...hhmmmm koment dulu...sambil baca nih mas....aku hadir kembali malam jelang subuh nih...hehehehehe
Setuju kang bahagia itu bukan di cari tapi di ciptakan.. Kemana pun kebahagiaan ga akan dapat di cari..
I miss you came to my blogs
sejenak saya merenungkan tulisan di atas....bahwa bahagia itu di ciptakan bukan di cari...memang benar...kebahagiaan itu datang dari dalam hati jadi bahagia tidaknya kita tergantung cara menyikapi suatu keadaan......saya punya award untuk anda...tolong di terima...makasih banyak...
masih inget dulu kakakku suka banget kho ping ho..hehe, aku bahagia kok..ga jadi curhat ah..:p
bahgia...
Hari ini kebetulan gue bahagia banget...
Mendapatkan surprise dr temen2 kampus gue ;)
Wah kalau soal khopingho itu kesukaanku sob.. pokoknya serial pendekar pulau es dg Suma Han, Suma kianbu, suma kialee nya masih hapal tuh.. hehhe
great wisdom. thx tuk sharingnya :)
salam,
romie
www.engineeringtown.com
Setuju sama definisi bahagianya. Tergantung dari cara kita memandang kehidupan. Wah saya belum pernah baca serial ko ping ho tuh. (walau bapak aya sering menceritakan bagusnya buku2 itu),
Eniwei bolehtuh kalo dikasih pinjem. :)
aduh,, aku lum punya bukunya nih sob
bentar yah, q nabung dulu
hehehe
ayo menciptakan bahagia
BTW inspirasinya MANTAP sekali
Sepakat tuh! lanjutkan!
nice post.. ampe tak bisa berkomentar apa-apa.. ;)
setuju... bahagia tidak perlu dicari, tapi dinikmati
btw kho pin ho itu ada komiknya juga kan? ayahku dulu katanya suka baca tuh cerita
Alah bahgaia aja dipikirin. hahaha....
Kebahagiaan itu memang diperlukan untuk kesehatan jasmani dan rohani....Dari pada cemberut ...kecil hati...dan pingin bunuh diri....yang sekarang lagi ngetren...AHHH JANGANLAH....Bahagia bisa lewat membaca...lewat menulis...lewat silaturahmi ...seperti Pak De ini....
Post a Comment
Sobat sekalian, alangkah lebih baik ya jika sewaktu kommen sobat dalam modus login. Ya, biar profil photonnya "nongol" gitu...Hehe